Dialog Rumah
Category : Ruang Sastra | Sub Category : Ruang Sastra | Posted on 2026-01-14 10:07:00
Dialog Rumah
Rumah punya kebebasan,
meski sering disangka lucu.
Rumah punya etika,
meski lidahnya gagap
mengeja doa.
Rumah punya hukum,
meski kadang barbar
pada penghuninya sendiri.
Rumah punya keadilan,
meski harganya murah
dan sering ditawar.
Rumah punya kesadaran,
meski kerap mabuk
oleh sepi yang menahun.
Rumah punya rambu-rambu,
meski banyak yang mati
di persimpangan kenangan.
Rumah punya ruang,
meski sering ditinggal pergi
oleh langkah yang tak pamit.
Dan rumah,
tak pernah bosan
membunuh kejenuhannya
dengan menunggu.
_ N. D _
Ruang Ngopi
Cari
Kategori
Artikel Terbaru
- Buku Sejarah SMP Ma’arif 3 Kebumen Diserahkan Secara Simbolis Jelang Kajian Ilmu Falak Harlah NU Abad Ke-1
- Pohon yang Lupa Akar Sebuah Refleksi Krisis Kesadaran Asal-usul
- SMK Ma’arif 9 Kebumen Mulai Bangun GOR, Perkuat Fasilitas Pendidikan Vokasi
- Cinta, Nurani, dan Ketahanan Batin Kita
- Pikulan Mlebu Rasane Kawulo: Ketika Kekuasaan Kehilangan Adab
- Gelas Retak Bernama Wewenang: Satir Kekuasaan yang Lupa Amanah
- Ngayomi: Memimpin dengan Kemanusiaan
- Pondasi yang Dilupakan (Laku Jawa, Kesadaran Descartes, dan Etika Kekuasaan)

