“Kami percaya, pendidikan bukan sekadar profesi tetapi, jalan perjuangan menuju keberkahan.”
Category : Ruang Opini | Sub Category : Ruang Opini | Posted on 2025-10-24 21:41:57
Perjuangan ini juga mencakup komitmen untuk menjadi teladan. Pendidik berjuang untuk menjaga integritas dan moralitas, karena mereka sadar bahwa karakter yang mereka tunjukkan adalah pelajaran paling abadi bagi murid-muridnya. Di tengah laju perubahan zaman dan gempuran informasi, pendidik adalah jangkar yang berusaha menanamkan nilai-nilai luhur, membedakan yang hak dari yang batil, dan membekali generasi muda dengan benteng spiritual yang kuat. Inilah esensi dari perjuangan sejati: tidak hanya mengajar apa yang tertulis di buku, tetapi membentuk hati dan pikiran yang siap menghadapi kerasnya kehidupan di dunia realitas.
Lantas, apa yang menjadi ganjaran dari perjuangan yang tak kenal lelah ini? Jawabannya adalah keberkahan. Keberkahan bukanlah semata-mata kelimpahan harta, melainkan perasaan puas, kedamaian jiwa, dan manfaat abadi yang terus mengalir. Bagi seorang pendidik, keberkahan terwujud dalam beberapa bentuk. Pertama, ketika ia melihat muridnya berhasil dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Kedua, ketika ilmu yang ia ajarkan menjadi amal jariyah, terus mendatangkan pahala bahkan setelah ia tiada. Keberkahan adalah pemahaman bahwa setiap tetes keringat yang dicurahkan telah menjadi investasi spiritual jangka panjang.
Cari
Kategori
Artikel Terbaru
- Buku Sejarah SMP Ma’arif 3 Kebumen Diserahkan Secara Simbolis Jelang Kajian Ilmu Falak Harlah NU Abad Ke-1
- Pohon yang Lupa Akar Sebuah Refleksi Krisis Kesadaran Asal-usul
- SMK Ma’arif 9 Kebumen Mulai Bangun GOR, Perkuat Fasilitas Pendidikan Vokasi
- Cinta, Nurani, dan Ketahanan Batin Kita
- Pikulan Mlebu Rasane Kawulo: Ketika Kekuasaan Kehilangan Adab
- Gelas Retak Bernama Wewenang: Satir Kekuasaan yang Lupa Amanah
- Ngayomi: Memimpin dengan Kemanusiaan
- Pondasi yang Dilupakan (Laku Jawa, Kesadaran Descartes, dan Etika Kekuasaan)

