LINK Pendaftaran SPMB SMK Ma'arif 9 Kebumen

Gus Dur Resmi Sandang Gelar Pahlawan

Category : Ruang Kreatif dan Inspiratif Guru | Sub Category : Ruang Kreatif dan Inspirasi Guru | Posted on 2025-11-11 20:52:01


Gus Dur Resmi Sandang Gelar Pahlawan

Payung Kebinekaan Telah Berdiri Tegak: Gus Dur Resmi Sandang Gelar Pahlawan, Perisai Sejati Nusantara

KH Abdurrahman Wahid, atau yang akrab disapa Gus Dur, secara resmi dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional dari Presiden Prabowo Subianto pada Senin, 10 November 2025 kemarin.  Prosesi digelar bertepatan dengan Hari Pahlawan Nasional . Hadir Istri Gus Dur Sinta Nur Wahid dan keluarga mewakili pihak keluarga menerima gelar tersebut. Keputusan tersebut, disambut suka cita oleh seluruh lapisan masyarakat, mengukuhkan warisan sang tokoh sebagai "Payung Kebinekaan" yang melindungi dan merangkul semua elemen bangsa.

Penghargaan tertinggi ini melengkapi peran krusial Gus Dur, yang selama hidupnya tanpa lelah memperjuangkan nilai-nilai pluralisme, kemanusiaan, dan demokrasi. Jika Indonesia adalah rumah besar dengan beragam suku, agama, dan pandangan, maka Gus Dur adalah perisai sejati Nusantara yang menjaga agar perbedaan itu tidak menjadi sumber perpecahan, melainkan kekuatan.

“Penganugerahan gelar Pahlawan Nasional ini menjadi momentum penting bagi generasi muda untuk meneladani nilai-nilai yang diwariskan Gus Dur. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah atas pengakuan negara terhadap jasa besar dua tokoh ulama besar, yakni Gus Dur dan Syaikhona Muhammad Kholil." ujar Ketua Fraksi PKB DPR, Jazilul Fawaid

Mantan Presiden RI ke-4 ini dikenang karena sikapnya yang tegas melawan diskriminasi dan intoleransi, bahkan ketika hal itu mempertaruhkan popularitasnya. Beliau berani membela kelompok minoritas, mencabut peraturan yang membatasi hak beragama, dan membuka ruang dialog yang sebelumnya tertutup. Gus Dur dijuluki sebagai bapak pluralisme Indonesia. Salah satunya karena kebijakannya bagi etnis Tionghoa. Saat menjabat sebagai presiden, Gus Dur mencabut Instruksi Presiden No. 14 Tahun 1967 pada era Presiden Soeharto yang melarang perayaan Imlek. mengingat keberanian Gus Dur untuk selalu berdiri di garis depan membela mereka yang lemah dan terpinggirkan. Melalui humor dan kebijaksanaannya, ia menanamkan pemahaman bahwa toleransi bukanlah pilihan, melainkan napas kehidupan bangsa. Pengesahan gelar Pahlawan Nasional ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi generasi muda untuk kembali merenungkan dan mengamalkan ajaran Gus Dur, terutama dalam menghadapi tantangan radikalisme dan polarisasi di era modern. Warisannya, kini resmi diabadikan dalam tinta emas sejarah, menjadi pengingat abadi akan pentingnya kemanusiaan di atas segalanya.

Leave a Comment:
Bagikan
Kode barcode SPMB SMK Ma'arif 9 Kebumen