Terlupakan
Category : Ruang Sastra | Sub Category : Ruang Sastra | Posted on 2025-11-12 18:34:12
Terlupakan
Berlayarlah di samudra, menikmati
segala hiruk pikuk ombak
dan Warna warni lukisan senja,
tetapi jangan kau lupa aroma bunga
wawar
meskipun berduri.
Berlayarlah tanpa meneteskan Air
mata.
Meskipun masih tersisa memar yang
terparkir dihati.
Dan kaki terasa berat melangkah
Meninggalkan secangkir kopi.
Pada akhirnya,
Nikmatilah Pelukan cakrawala
sepanjang mata memandang.
Meskipun Berselimutkan kabut tebal
dan permadani buih.
Lalu Aneka jenis ikan berselancar di
bawahnya.
Bermain petak umpet bersama burung
camar.
Berlayarlah penuh rindu
Meskipun kau tak tau bagaimana
caranya mengobatinya.
Cari
Kategori
Artikel Terbaru
- Kapur yang Tak Habis di Tangan PengabdianPendidikan
- Buku Sejarah SMP Ma’arif 3 Kebumen Diserahkan Secara Simbolis Jelang Kajian Ilmu Falak Harlah NU Abad Ke-1
- Pohon yang Lupa Akar Sebuah Refleksi Krisis Kesadaran Asal-usul
- SMK Ma’arif 9 Kebumen Mulai Bangun GOR, Perkuat Fasilitas Pendidikan Vokasi
- Cinta, Nurani, dan Ketahanan Batin Kita
- Pikulan Mlebu Rasane Kawulo: Ketika Kekuasaan Kehilangan Adab
- Gelas Retak Bernama Wewenang: Satir Kekuasaan yang Lupa Amanah
- Ngayomi: Memimpin dengan Kemanusiaan

