Jeritan Riuh
Category : Ruang Sastra | Sub Category : Ruang Sastra | Posted on 2025-11-15 17:29:20
Jeritan Riuh
lamat-lamat beterbangan,
dalam ruang benak,
benang-benang kusut melilit tenang dan darah tak lagi mengalir kencang.
penyair pun terbata-bata
sebab badai duri dalam benak—begitu mencekam.
penyair tak lagi berdaya,
menyaksikan garis-garis dalam ruang benak saling berbenturan; berdenging begitu kencang.
riuh menjerit—menyiksa penyair yang terdiam.
Cari
Kategori
Artikel Terbaru
- Kapur yang Tak Habis di Tangan PengabdianPendidikan
- Buku Sejarah SMP Ma’arif 3 Kebumen Diserahkan Secara Simbolis Jelang Kajian Ilmu Falak Harlah NU Abad Ke-1
- Pohon yang Lupa Akar Sebuah Refleksi Krisis Kesadaran Asal-usul
- SMK Ma’arif 9 Kebumen Mulai Bangun GOR, Perkuat Fasilitas Pendidikan Vokasi
- Cinta, Nurani, dan Ketahanan Batin Kita
- Pikulan Mlebu Rasane Kawulo: Ketika Kekuasaan Kehilangan Adab
- Gelas Retak Bernama Wewenang: Satir Kekuasaan yang Lupa Amanah
- Ngayomi: Memimpin dengan Kemanusiaan

