Simpan Rindu Baik-Baik, Aku Sedang Berjuang
Category : Ruang Sastra | Sub Category : Ruang Sastra | Posted on 2025-12-03 07:00:22
Simpan Rindu Baik-Baik, Aku Sedang Berjuang
Simpan rindu itu baik-baik,
seperti aku menyimpan namamu
di antara detik yang terus berlari.
Kadang terasa sesak,
kadang terasa hangat,
tapi tetap kutahan agar tidak pecah
di tengah langkah yang masih ingin aku teruskan.
Aku sedang berjuang,
bukan hanya untuk diri sendiri,
tapi untuk hari di mana
kita bisa saling menatap
tanpa ada jarak,
tanpa ada takut kehilangan,
tanpa ada rasa saling menunggu
yang membuat dada seperti menahan badai.
Jika malam terasa panjang,
ingatlah, aku juga menahan sepi
yang terus memanggil namamu.
Jika kamu lelah,
beristirahatlah sebentar,
tapi jangan pergi.
Biarkan waktu merawat kita
pelan-pelan,
seperti hujan yang menyembuhkan tanah retak.
Rindu ini tidak liar,
aku menjaganya,
agar tetap tumbuh dengan tenang
tanpa melukai siapa pun.
Sementara kamu di sana,
aku di sini,
mengejar mimpi yang suatu hari
ingin kubagi denganmu.
Simpan rindu itu baik-baik,
aku pun begitu.
Sampai tiba saatnya
kita tidak lagi saling menahan,
tapi saling pulang.
Cari
Kategori
Artikel Terbaru
- Buku Sejarah SMP Ma’arif 3 Kebumen Diserahkan Secara Simbolis Jelang Kajian Ilmu Falak Harlah NU Abad Ke-1
- Pohon yang Lupa Akar Sebuah Refleksi Krisis Kesadaran Asal-usul
- SMK Ma’arif 9 Kebumen Mulai Bangun GOR, Perkuat Fasilitas Pendidikan Vokasi
- Cinta, Nurani, dan Ketahanan Batin Kita
- Pikulan Mlebu Rasane Kawulo: Ketika Kekuasaan Kehilangan Adab
- Gelas Retak Bernama Wewenang: Satir Kekuasaan yang Lupa Amanah
- Ngayomi: Memimpin dengan Kemanusiaan
- Pondasi yang Dilupakan (Laku Jawa, Kesadaran Descartes, dan Etika Kekuasaan)

